Selasa, 26 Juli 2016

Surat untuk yang sedang aku rindukan, siang ini.



Assalamu’alaikum.
Bagaimana kabarmu?
Aku harap baik-baik saja. Semoga Allah tetap memberikan kesehatan, kebahagiaan, dan rasa syukur untukmu dan keluargamu.

Sebelumnya, apa kamu masih ingat aku?
Semoga masih ingat, ya. Aku berharap, sekali. Hehehe

Hari ini hari ulang tahunku. Tanggal 26. Itu tanggal kesukaanku. Kamu pasti tau apa sebabnya aku menyukai tanggal itu.

Sudah tiga tahun, ya. Kamu pasti tidak akan tahu apa yang aku maksud. Tidak apa, aku mengerti, kok. Aku selalu berusaha mengerti tentang ketidaktahuanmu.

Oh iya, sekarang aku sedang mendengarkan lagunya maliq and d’essential sambil menulis surat ini. Tidak lupa juga segelas es sirup yang aku buat sendiri. Kamu mau? Nanti, ya, aku buatkan kalau kamu sudah menjadi milikku.

Aku tidak mau bertele-tele lagi.
Aku hanya ingin bilang, aku rindu kamu.
Tidak apa-apa kalau kamu tidak rindu aku, mungkin lusa, atau seminggu lagi kamu baru rindu aku. Ah, itu tidak penting. Aku hanya ingin bicara bahwa aku rindu.

Kalau kamu sedang tidur, jangan kaget kalau aku masuk ke dalam mimpimu, atau kalau kamu sedang ngobrol atau bengong, jangan kaget kalau ada suara rindu yang berbisik ke telingamu. Itu dari aku yang barusan berdoa dan meminta hembusan angin untuk menyampaikan kepadamu.

Selamat beraktivitas untukmu.



Salam,


Dariku yang merindukanmu, siang ini.